APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan

Daerah

Kejaksaan Kabupaten Bekasi Gandeng DKP Lakukan Uji Mutu Beras Sitaan di Kedungwaringin

admin | Kamis, 26 April 2018 - 18:39:02 WIB | dibaca: 11950 pembaca

BEKASIKAB - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Agus Trihono, Kamis, (26/4/2018), mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perdagangan, Kejaksaan Kabupaten Bekasi dan balai uji mutu pangan Jawa Barat, melaksanakan pengecekan dan pemeriksaan beras sitaan di PT Indo Beras Unggul (IBU), Kedungwaringin.


Dalam kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan akan melakukan uji mutu terhadap beras sitaan dengan merk beras Cap Jago, Makyuss, dan Jati Sari.

Secara kualitas, dilakukan uji mutu terhadap beras sitaan tersebur dengan menguji aspek bau, warna, kotor, kemudian kutu dan beras patahnya.

“Oleh sebab itu kami dari Dinas Ketahanan Pangan, berserta Dinas Perdagangan, dan Kejaksaan, dan balai uji mutu pangan Jawa Barat melaksanakan uji sample beras tersebut, dari kemasan yang disita terdiri dari kemasan 5 kilogram, 10 kilogram dan 25 kilogram, dan ada kemasan 50 kilogram,” katanya.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, bersama Dinas Perdagangan, Kejaksaan Kabupaten Bekasi dan balai uji mutu pangan Jawa Barat, melaksanakan pengecekan dan pemeriksaan beras sitaan di PT Indo Beras Unggul (IBU), Kedungwaringin.

Hasil uji mutu ini akan dipergunakan oleh pihak kejaksaan untuk menilai layak tidaknya bahwa beras itu akan dilelang dan bisa dipergunakan atau tidak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Dari hasil pemantauan dan pemeriksaan di gudang PT IBU, bahwa beras yang tersimpan disana selama satu tahun dari Mei 2017 sampai dengan April 2018, hasil daripada uji mutu beras secara kasat mata dari kelima aspek tersebut, ditemukan beberapa hal yaitu, ternyata beras sudah banyak yang rusak.

“Kita lakukan sampling, 50 persen beras yang tersimpan kualitasnya sudah rusak dan ini perlu uji lab lebih lanjut untuk mengetahui apakah beras tersebut masih layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Agus menambahkan, pemerintah mematok harga beras medium perkila senilai Rp 9.450, dengan angka itu bisa diperkirakan yang timbul dari hasil sitaan pemerintah tersebut.

Untuk diketahui kata Agus Trihono, pada Bulan Mei 2017 terjadi kasus beras yang disita oleh pemerintah yang diproduksi PT IBU dengan merk beras cap jago, Maknyus, dan jatisari.

Hasil uji mutu ini akan dipergunakan oleh pihak kejaksaan untuk menilai layak tidaknya bahwa beras itu akan dilelang dan bisa dipergunakan atau tidak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Bulan April 2018 dibentuklah tim untuk menguji kualitas beras sitaan tersebut yang berada di PT IBU, Kedungawarngin, Bekasi.

Dinas Ketahanan Pangan dibawah komando Agus Trihono dipastikan terus melaksanakan pengawasan pangan. Penagawasan pangan bisa dilakukan dipasar tradisional mau pun pasar modern.

“Dinas Ketahana Pangan Kabupaten Bekasi, terus memastikan untuk melaksanakan pengawasan, monitoring, juga melakukan uji kelayakan pangan,  untuk melindungi masyarakat Kabupaten Bekasi,” tegasnya. (aji)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)